Mandi Pengantin; Tradisi Pengikat Kedua Mempelai - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Rabu, 23 Januari 2013

Mandi Pengantin; Tradisi Pengikat Kedua Mempelai

Lombok dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan berbagai tradisi dan ritual adat dalam proses perkawinannya. Salah satu prosesi adat yang masih terjaga adalah tradisi mandi pengantin di Desa Pengadangan Kecamatan Peringgasela Kabupaten Lombok Timur. Tradisi ini menjadi kewajiban bagi setiap pengantin baru.

Mandi pengantin adalah  prosesi adat pertama yang dilaksanakan setelah digelarnya akad nikah. Ritual ini biasanya dilaksanakan satu malam sebelum acara resepsi (begawe) dan kemudian dilaksanakan lagi pada siang hari setelah selesai resepsi.
 Mandi pengantin dipimpin oleh pemangku adat yang dinamakan amang pengantin atau inang pengantin yang telah dipercaya oleh masyarakat. Amang pengantin berarti bapak pengantin sementara inang pengantin berarti ibu pengantin.
Ritual mandi pengantin adalah salah satu ritual adat yang harus dilewati kedua mempelai untuk sah menjadi suami istri secara adat. Untuk itulah ritual ini dilakukan setelah akad nikah. Setelah akad nikah maka mempelai sah menjadi suami istri secara agama namun belum sah secar adat sasak. Masih banyak ritual dan tahapan prosesi adat yang harus ditempuh salah satunya adalah mandi pengantin ini. Mandi pengantin ini wajib bagi setiap pengantin baru,” terang Zainal Asikin salah satu tokoh adat pengadangan dan mantan kepala desa setempat.
Banyak tahpan dalam ritual mandi pengantin ala desa Pengadangan. Zainil asikin menjelaskan, pertama-tama kedua mempelai di odak langer, yaitu pengantin diluluri dan dikeramas. Lulur ini biasanya terbuat dari tepung beras dicampur kunyit yang telah dihaluskan. Sedangkan untuk keramas digunakan air parutan kelapa--istilah sasaknya, bekejames.
Selanjutnya setelah ritual odak langer lalu dilakukan pemotongan  beberapa helai rambut kedua mempelai dan diletakkan pada sebuah wadah yang telah berisi kembang rampai--kembang tujuh rupa. (untuk apa?)
Setelah itu proses pengorekan lidah kedua mempelai, pemotongan kuku ibu jari tangan dan kaki. Seusai semua itu baru kedua mempelai di mandikan oleh amang atau inang pengantin yang telah dipercaya. Mandi disini hanya sebatas pembasuhan badan dengan air beberapa canting saja yang telah ditaburkan kembang tujuh rupa.
Mantan kepala desa Pengadangan ini menambahkan, maksud dari pemotongan rambut kedua mempelai agar kedua mempelai dalam mengarungi rumah tangga dapat berfikir secara jernih. Sedangkan  pengorekan lidah dimaksudkan agar dalam mengarungi bahtera rumah tanggga hendaknya kedua mempelai menggunakan bahasa yang baik (etis). Lalu pemotongan kuku ibu jari dan kaki melambangkan kehidupan ini di mulai dari perbuatan tangan dan kaki, diharapkan tangan dan kaki ini  selalu berbuat kebaikan yang di ridhoi sang pencipta dan tidak keluar dari norma-norma keagamaan. “Tidak ada doa khusus yang digunakan, tergantung dari pengetahuan dan ilmu yang dimiliki oleh inang atau amang pengantin.
Ia berharap generasi muda mau mempelajari prosesi mandi pengantin. Agar tradisi yang sudah berakar di Desa Pengadangan ini tidak punah dan tetap terjaga oleh generasi mudanya. (Wahyudi,Puspa,Fiki)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar