Pengadangan Produksi Sapi Unggulan - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Rabu, 23 Januari 2013

Pengadangan Produksi Sapi Unggulan


Bareng Bekangen adalah kelompok peternak bibit sapi unggul desa Pengadangan, Lombok Timur. Kelompok ternak ini didirikan pada 25 Mei 1986, dan saat ini memelihara 131 ekor sapi. Kelompok tani sudah dikemal secara nasional bahkan internasional.
Kelompok ternak Bareng Kangen tidak mengembang sapi pedaging melainkan hanya focus untuk membiakkan bibit sapi unggulan. Pengembangan bibit sapi di desa Pengadangan telah menerapkan berbagai teknologi terbaru sehingga kualitas bibit sapi yang dihasilkan benar-benar berkualitas tinggi.
Pengembangan bibit-bibit sapi unggul ini dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi rutin setiap tiga bulan sekali, selain itu pemberian pakan juga diperhatikan. Agar kualitas sapi tetap ideal, para peternak tetap menjaga kebersihan kandang dan memberika pakan yang khusus untuk menambah nafsu makan. “Selain memberikan rumput biasa, kami juga memberi makan sapi-sapi ini daun turi dan gamal agar nafsu makan serta kandungan susunya bertambah,” jelas Nurhadi.
Bibit sapi yang dikembangkan oleh kelompok ternak Bareng Kangen didatangkan langsung dari Bali dan Australia. Beberapa jenis bibit sapi yang dikembangkan di desa Pengadangan diantaranya Berangus, sapi Mental, sapi Limosin, dan yang dari Australia adalah sapi Brahman. Bibit sapi yang ideal untuk dikembangkan adalah yang berumur 18 bulan.
Jumlah bibit sapi yang dikembangkan terus mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2006 hanya 75 ekor sapi yang diternakkan namun angka ini meningkat menjadi 131 ekor pada tahun 2012. Hal ini senada dengan yang dijelaskan oleh Bapak Nurhadi (55) selaku ketua kelompok ternak  sapi “Alhamdulillah, jumlah bibit sapi kami saat ini mengalami peningkatan. Ditahun 2006 lalu hanya terdapat 75 ekor yang dikelola kelompok kami”.
Kelompok Ternak ini tidak lepas dari berbagai kendala baik teknis maupun pemasaran. Kendala-kendala teknis misalnya dalam proses pengawinan, bibit sapi betina harus dibawa ke tempat sapi jantan. Hal ini disebabkan jumlah sapi jantan yang ada dikandang kelompok ternak tidak memenuhi. Hanya terdapat 10 ekor sapi jantan, sehinggan setiap proses pengawinan para peternak  membayar 50 ribu rupiah untuk setiap kali sapi dikawinkan.
Untuk saat ini pemasaran bibit sapi unggul hanya di wilayah Lombok Timur saja. Namun kelompok ternak ini pernah mencoba untuk mengekspor bibit sapi ke Malaysia. Namun hal ini tidak dilanjutkan karena adanya program Bumi Sejuta Sapi yang diluncurkan oleh pemprov NTB. Jadinya semua bibit sapi ditahan demi peningkatan jumlah sapi Lokal.
Meskipun terletak di desa kecil di Lombok Timur, kelompok ternak Bareng Kangen telah memiliki nama yang besar. Ini terbukti dengan kunjungan beberapa mahasiswa dan peternak dari luar daerah di antaranya Bogor, Kalimantan, dan juga dari Papua. Bahkan beberapa ahli dari Jepang berkunjung dua kali berturut-turut, yakni tahun 2006 dan 2007 karena ketertarikannya dengan kualitas sapi yang sangat bagus.
Kotoran Sapi pun Dimanfaatkan
Selain pengembangbiakan bibit-bibit sapi unggul, Nurhadi menjelaskan  bagaimana kelompok ternaknya juga mengolah kotoran bibit sapi yang mereka kembangkan. Saat ini Nurhardi bersama kelompoknya telah mengembangkan empat produk hasil limbah kotoran sapi. Salah satunya adalah pupuk Kompos biogas yang berasal dari kotoran sapi serta Mol dan Bio ureen dari kencing sapi. Produk-produk ini bisa dimanfaatkan oleh para petani yang berada di Pringga Sela. Dan baru-baru ini kelompok ternak sapi Bareng Bekangen juga tengah mencoba membuat pupuk kompos dalam bentuk butiran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar