Panggung "Bekas" Jumat Sore - LPM Pena Kampus

Goresan Penamu Runtuhkan Tirani

Breaking

Minggu, 22 Oktober 2017

Panggung "Bekas" Jumat Sore

Nampak terlihat Panggung Bebas Kreasi (Bekas) seadanya, berada di samping Sekret Ormawa. Ajit (Gitaris), Irma (Vocal), Suci (back vocal) , yang sedang menyanyikan lagu "Desposito".


Mataram, Pena Kampus - Jumat sore (20/10) menjadi saksi aksi Panggung Bebas Kreasi (bekas)  yang di mana diselenggarakan oleh UKMF Musik. Semua bentuk kreasi dari kalangan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ditampung.

Musik adalah teman ketika merasa bosan, jenuh, galau, dan bahkan saat bahagia. Seperti itulah kiranya suara petikan gitar putih terdengar dari pojok lorong Sekret Ormawa tepat di samping kantin FKIP. Mulai dari lagu Pop, Jazz, Reggae, Dangdut, dan Acoustic pun dimainkan setiap Jumat sore.

Tepat pukul 15:30 Wita, alunan musik Pop terdengar asik seketika salah satu grup UKMF Musik mulai memainkan lagu dari Citra Scolastika yang berjudul Aku Pasti Bisa.  Hampir semua pelanggan kantin FKIP ikut menyaksikan aksi panggung dari grup UKMF Musik. Di mana kantin FKIP dipenuhi oleh para mahasiswa yang sedang berbelanja, ada yang duduk menikmati segelas es, kopi, dan satu piring nasi yang disuguhkan oleh pegawai kantin.  

Sontak Panggung Bekas menjadi hiburan langsung bagi mahasiswa yang sedang menikmati pesanan di kantin. Panggung Bekas yang dimonitori oleh UKMF Musik sebagai ajang kreasi dan memupuk bakat mahasiswa secara keseluruhan. "Siapa saja boleh ikut berkreasi, tanpa terkecuali," ungkap Adn selaku anggota UKMF Musik.

Bebas Berkreasi

Pemikiran brilian tercetusnya Panggung Bekas dalam salah satu Proker (program kerja) UKMF Musik sebagai salah satu wadah tempat berekspresi dalam berbagai jenis aksi panggung. Baik pembacaan puisi, orasi, stand up comedy, atau bahkan sekedar bertukar pikiran melalui cerita-cerita pribadi melalui aksi panggung.

“Kita bebas berekspresi, siapapun itu, baik anak-anak ormawa, hmps, atau bahkan mahasiswa biasa itu bebas untuk mengisi di atas panggung, asalkan mau ikut,” kata Dedi salah satu anggota UKMF Musik.

Dengan adanya panggun Bekas ini, UKMF Musik berharap mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik mahasiswa dan birokrasi. Sebab, sangat disayangkan hiburan-hiburan semacam ini jarang dilakukan. Tempat yang sederhana, tak ayal membuat para anggota UMKF Musik mendirikan panggung sederhana dengan meja dan kursi yang beralaskan karpet seadanya.

Berharap Adanya Dukungan

Segala bentuk kegiatan mahasiswa FKIP tidak lepas dari kontrol dan dukungan birokrasi. Dalam hal ini, Panggung Bekas diharapkan mendapat perhatian dari birokrasi sehingga lebih baik kedepannya. “Harapan saya, agar segera dibuatkan panggung yang lebih bagus dan lebih besar, agar lebih nyaman,” ungkap Hendri salah satu anggota UKMF Olahraga yang sedang menyaksikan Panggun Bekas.

Senada dengan Dedi, “Saya berharap kedapannya birokrasi segera memperhatikan segala kegiatan kami, salah satunya Panggung Bekas ini, karena mengingat mahasiswa sangat antusias menyaksikan acara-acara seperti ini,” katanya.

Kegiatan dalam bentuk hiburan ini dirasa sangat perlu adanya dukungan dari pihak birokrasi. Dedi menegaskan kembali, “Harapan kami dari UKMF Musik untuk birokrasi, jangan dipersulit, jangan hanya iya-iya saja, namun realisasinya tidak ada, padahal ini kan kebutuhan mahasiswa,” tegasnya. (viq)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar